Kamis, 05 Maret 2009

Membersihkan hati Dengan Tahajud

Allah berfirman “Demi matahari dan cahayanya di pagi hari. Dan bulan apabila mengiringinya. Dan siang apabila me- nampakkannya. Dan malam apabila me- nutupinya. Dan langit serta pembinaannya. Dan bumi serta penghamparannya. Dan jiwa serta penyempurnaan-Nya. Maka Allah meng- ilhamkan kepada itu kefasikan dan ketakwaaىnya. Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu. Dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya” (QS. As-Syamsi : 1-10)

Surat diatas berisi dorongan kepada manusia untuk membersihkan jiwa/hati, agar mendapat keberuntungan di dunia dan akhirat. Dan menyatakan bahwa Allah akan menimpakan adzab bagi orang yang mengotori jiwanya.

Matahari adalah makhluk Allah SWT yang sangat luar biasa, menjadi sumber daya yang sangat bermanfaat bagi semua makhluk lainnya.

Demikian juga dengan bulan, bentuknya yang semakin lama semakin besar menandakan pergantian tanggal pada suatu bulan.

Disamping kedua ciptaan yang spektakuler tersebut Allah juga menciptakan bintang untuk menghiasi malam. Jumlahnya pun sangat banyak, bahkan jika dibagikan pada semua manusia dari zaman Nabi Adam as hingga kiamat. Bintang masih banyak tersisa. Alangkah hebatnya ciptaannya,

Melihat kebesaran Allah tersebut. Kita pasti ingin memperoleh rahmat yang begitu banyak dari Allah.

jika kita enggan memperoleh rahmat, keluasan ampunan, dan nikmat Allah SWT, maka siapakah yang rugi ? kita sendirilah yang rugi. Kita sering berbuat dosa, mengingkari Allah, menolak perintah-Nya, dan me-nyepelekan firman-Nya (seorang raja yang adil pun sudah sewajarnya menghukum kita, jika kita tidak mentaatinya). Namun Allah demikian menyayangi kita. Walaupun kita menentang perintah-Nya, Dia tetap memberi petunjuk kepada kita untuk memperbaiki kesalahan kita. Jika kita tidak memanfaatkan kemurahan tersebut betapa bodoh kita, rahmat dan kelembutan Allah kepada kita sangat berlimpah.

Agar kita mendapat rahmatNya kita harus membersihkan jiwa kita. Karena, Orang yang mulia/bahagia yaitu orang yang mau membersihkan jiwanya dari nafsu, selain membersihkan jiwa kita sendiri, kita tidak boleh memikirkan jiwa orang lain. Karena, apabila kita memikirkan jiwa orang lain / su’udzon sama saja kita memakan bangkai orang tersebut.

Salah satu unsur agar jiwa/hati kita menjadi bersih adalah menjalankan sholat tahajud. Selain itu banyak hikmah dan manfaat yang dapat diambil dari shalat tahajjud diantaranya sebagai berikut :

1. Orang yang shalat tahajjud akan memperoleh macam-macam nikmat yang menyejukan pandangan mata ( QS. 32:16-17), tutur kata yang berbobot, mantap dan berkwalitas, qaulan tsaqila ( QS 73 : 5).

2. Memperoleh tempat yang terpuji, maqaman mahmuda ( QS 17: 79 ). Baik dunia maupun akhirat disisi Allah SWT.

3. Dihapuskan segala dosa dan kejelekan dan terhindar dari segala penyakit ( HR. At- Tirmidzi )

Hikmah lain yang dapat diperoleh dari megamalkan shalat tahajjud adalah akan hilang perasaan pesimis, rendah diri, minder, kurang berbobot, dan berganti dengan sifat optimis penuh percaya diri, dan pemberani tanpa disertai sifat sombong dan takabur.

Beberapa hal diatas tentunya juga harus disertai dengan muhasabah/ introspeksi diri dengan menyadari jika koleksi dosa kita sudah menumpuk. Kesibukan kita bergumul dengan dunia ini membuat kita tidak sempat merenung dan mengingat-ingat kesalahan kita. Alhasil kita menjadi orang yang kikir dan bakhil bertaubat / beristighfar kepada Allah SWT.

Resep inilah (Muhasabah) yang dijalankan oleh kalangan sahabat / tabiin yang membuat mereka selalu merintih, memohon ampunan dari-Nya pada sepertiga malam terakhir, sehingga mereka selalu terhindar dari penyakit-penyakit hati.

Semoga Allah SWT senantiasa membimbing kita menuju jalur Shirathal Mustaqim yang di ridlai-Nya.Amin. Wahai Rabbku, jadikanlah diriku orang yang m endirikan shalat dan dari- keturunanku. Wahai Rabbku, kabulkanlah doaku. ( QS. Ibrahim : 46 ).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar