SHOLAT YANG KHUSYUK & KONSISTEN
OLEH : IN’AMUL MUTTAQEN
” Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyu' dalam sembahyangnya,” (QS. Al-Mukminun :1-2)
Inilah Tanda Iman ketiga, karena sholat yang khusyuk adalah meditasi iman tertinggi, karena tiang agama ada pada sholat, jika sholat kita sudah mencapai kategori khusyuk, maka dengan sendirinya iman kita terhadap Allah akan berangsur-angsur meningkat hingga mencapai tingkatan iman tertinggi. Namun, untuk mencapai sholat yang khusuk memang dibutuhkan niat yang tulus, bahkan tidak sembarang orang dapat melakukan sholat yang khusyuk, sholat yang khusuk adalah sholat yang selama sholat hati kita tidak berpkir kemana-kemana, hanya pada Allah hati kita tertuju. KUNCINYA SHOLAT YANG KHUSYUK ADALAH BERJAMAAH. Dengan berjamaah, hati kita saling bahu membahu demi mencapai kekhusyukan itu sendiri. Sehingga apabila kita ingin sholat yang khusuk kita harus berjamaah, dan agar lebih maksimal dalam mengkhusyukkan sholat lakukan hal-hal berikut :
A. LATIHAN WUDHU’
1. Mulailah dengan mengucapkan “Bismillahirrahmannirrahim”. Hubungkan jiwa anda kepada Allah, rasakan anda sedang melakukan proses pembersihan tubuh dan jiwa.
2. Cucilah kedua tangan dengan air mutlak – pastikan hati tetap tersambung kepada Allah sampai muncul getaran rasa tenang dan sejuk di dada.
3. Bersihkan mulut sebagai bagian proses pembersihan jiwa dengan berkumur-kumur.
4. Bersihkan ke dua lubang hidung – hayati dengan perasaan dan lakukan perlahan, tidak terburu-buru sebab hal ini akan menutup rasa sambung/ingat kepada Allah
5. Hadirkan jiwa anda kepada Allah, bahwa anda sedang melakukan pembersihan jiwa. Kehadiran jiwa ini akan membuat rasa menjadi sangat hening dan peka serta getaran kesambungan semakin kuat.
6. Basuhlah muka, dan semua anggota anda dengan air perlahan sekali sambil dirasakan …ulangi 3x
7. Sempurnakan dan diamlah sejenak lalu berdoa
B. LATIHAN SHALAT
1. Heningkan pikiran anda agar rileks. Usahakan tubuh kendor sampai terasa nyaman dan tidak perlu mengkonsentrasikan pikiran.
2. Biarkan tubuh meluruh, agak dilemaskan atau bersikap serileks mungkin.
3. Rasakan getaran kalbu yang bening dan sambungkan rasa itu kepada Allah.
(Umumnya jika tersambung, suasana sangat hening dan tenang serta terasa getarannya menyelimuti jiwa dan fisik; sehingga pikiran tidak liar)
4. Bangkitkan kesadaran diri, bahwa anda sedang berhadapan dengan Zat yang Maha Kuasa, Yang Meliputi Segala Sesuatu, Yang Maha Hidup, Yang Maha Suci dan Yang Maha Agung.
• Sadari bahwa anda akan memuja dan bersembah sujud kepadanya serendah-rendahnya,dan menyerahkan segala apa yang ada pada diri anda
• Biarkan ruh anda mengalir pergi dengan suka rela menyerahkan diri kepada Allah semata.
5. Berniatlah dengan sengaja dan sadar, sehingga muncul getaran rasa yang sangat halus dan kuat menarik ruhani meluncur kehadiratNya, seraya ucapkan “ ALLAHU AKBAR”.
• Jagalah getaran tadi dengan meluruskan niat: inni wajjahtu wajhiya lilladzi fatharassamawaati wal ardh, haniifan musliman wama ana minal musyikin (sesungguhnya aku menghadap kepada wujud Zat yang menciptakan langit dan bumi dengan selurus-lurusnya dan aku bukan termasuk orang yang syirik).
• Rasakan kelurusan jiwa anda yang terus bergetar menuju Allah, lalu menyerahkan secara total: inni shalati wanusuki wamahyaya wamamati lillahi rabbil’alamin (sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanya untuk Allah semata.
6. Rasakan keadaan berserah masih menyelimuti getaran jiwa Anda.
• Bacalah setiap ayat dengan tartil – pastikan getaran pasrah menyertai bacaan dihadapanNya.
• Kemudian lakukan rukuk, biarkan badan membungkuk dan rasakan – pastikan ruh anda perlahan-lahan turut rukuk dengan perasaan hormat dan pujilah Allah Yang Maha Agung: “subhaana rabbiyal adiimi wabihamdihi”.
(jika antara ruhani dan fisik seirama, maka getaran itu akan bertambah besar dan kuat, bertambah kuat pula kekhusyu’an yang terjadi)
7. Setelah rukuk, anda berdiri kembali sambil mengucapkan pujian kepada Zat Yang Maha mendengar:” samiallahu liman hamidah” (semoga allah mendengar orang yang memujiNya)
• Lalu, setelah kedua tangan diturunkan, ucapkan: “rabbana wa lakal hamdu millussamawati wamil ul ardhi wamiluma syi’ta min syai in ba’du” (Ya Tuhan, milikMu segala puji, sepenuh langit dan bumi, dan sepenuh sesuatu yang Engkau kehendaki sesudah itu).
• Rasakan sampai ruhani anda mengatakan dengan sebenarnya (jangan sedikitpun tersisa rasa untuk dipuji, yang terjadi adalah keadaan nol; tidak ada beban kecuali hening).
8. Kemudian secara perlahan bersujud serendah-rendahnya sambil berdzikir: “Allahu Akbar”.
• Biarkan tubuh anda bersujud, rasakan sujud anda agak lama.
• Jangan mengucapkan pujian kedapa Allah Yang Maha Suci “subhanallah rabbiyal a’la wabihambidhi”, sebelum ruh dan fisik anda bersatu dalam satu sujud. (biasanya terasa sekali ketika ruhani memuji Allah dan akan berpengaruh pada fisik, menjadi lebih tunduk, ringan dan harmonis).
9. Selanjutnya, lakukan shalat seperti diatas dengan pelan-pelan, tuma’ninah pada setiap gerakan. Jika anda melakukan dengan benar, getaran jiwa akan bergerak menuntun fisik anda. Sempurnakan kesadaran shalat anda sampai salam.
LATIHAN DZIKIR
1. Sehabis shalat, duduklah dengan tenang. Rasakan getaran yang masih membekas. Ruhani anda masih merasakan getaran takbir, rukuk, sujud dan penyerahan diri secara total. (Biasanya, setelah shalat, getaran jiwa anda terus menerus berdzikir, bukan keluar dari pikiran)
2. Pujilah Allah, agar jiwa kita mendapatkan energi Ilahi yang membersihkan hati.
subhanallah ….. Subhanallah……… subhanallah……. Alhamdulillah ….. Alhamdulillah….. Alhamdulillah…… Laa ilaha illallah….. Laa ilaha illallah….. Laa ilaha illallah…. Allahu akbar….. Allahu akbar….. Allahu akbar…..
3. Anda akan merasakan getaran shalat kapan saja, sehingga suasananya menjadi sangat indah dan damai. Dan ketika shalat tiba, getaran itu akan tambah besar dan menjadi tempat persinggahan jiwa untuk mengisi getaran iman dari kekhusyu’an. ”Agar getaran jiwa tidak tertutup lagi, lakukanlah dzikrullah dalam setiap kesempatan”
4. Berdzikir kepada Allah dalam setiap keadaan akan membantu anda dalam membuka hijab yang terasa sulit ditembus. Dengan berdzikir kepada Allah hati menjadi tenang. Ketenangan jiwa itulah anda akan mampu melepaskan jiwa anda menuju kehadirat ilahi dengan sangat mudah.
Itulah tips dan trik agar kita dapat melakukan sholat yang khusyuk, sholat yang dimana kita selalu teringat kepada Allah, yang menangis terisak-isak kala mendengar lafadz Allah. Setelah itu, kita harus KONSISTEN atau dalam istilah agamanya ISTIQOMAH, karena meski kita sudah khusyuk sholatnya, tapi sekali saja meninggalkan sholat, maka akan sulit bagi kita untuk mengkhusyukkan sholat kita lagi. Maka kunci berikutnya adalah istiqomah, terus menerus meningkatkan iman kita kepada Allah.
Mari kita tingkatkan iman kita dengan sholat, yaitu SHOLAT yang BERJAMAAH, KHUSYUK, ISTIQOMAH. Melakukan sholat dengan bersama-sama, menenangkan hati, dengan kekhusyukan tertinggi, serta konsisten dalam menjalani. Insya Allah jika kita senantiasa melaksanakan tiga kunci itu, rasa iman kita akan meningkat, lebih baik dalam menjalan hidup, sukses di dunia dan di akhirat. Dan tentunya tergolong menjadi MUKMININ. Amiin (imq)
Sumber dari : Pelatihan Sholat Khusyuk ; Abu Sangkan
Senin, 25 Januari 2010
Mari bertawakkal !
MARI BERTAWAKKAL
OLEH : IN’AMUL MUTTAQIEN
”Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah ................. dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal.” (QS. Al-Anfaal : 2)
Pada edisi kali ni kita akan membahas tentang tawakal, tawakal merupakan tanda iman kedua. Kenapa ? karena tawakkal adalah sebuah filosofi dimana kita menyerahkan semuanya kepada Allah, menyerahkan hidup dan mati kta kepada Allah, menyerahkan kaya dan miskin kita kepada Allah, berarti kita percaya kepada-Nya hanya Dia-lah yang mampu melakukan segalanya, yang mampu mengatur segala kehidupan kita. Dalam hadist dikatakan :
Dari Abu Al Abbas Abdullah bin Abbas radhiallahuanhuma, beliau berkata : Suatu saat saya berada dibelakang nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam, maka beliau bersabda : “Wahai ananda, saya akan mengajarkan kepadamu beberapa perkara: Jagalah Allah, niscaya dia akan menjagamu, Jagalah Allah niscaya Dia akan selalu berada dihadapanmu. Jika kamu meminta, mintalah kepada Allah, jika kamu memohon pertolongan, mohonlah pertolongan kepada Allah. Ketahuilah sesungguhnya jika sebuah umat berkumpul untuk mendatangkan manfaat kepadamu atas sesuatu, mereka tidak akan dapat memberikan manfaat sedikitpun kecuali apa yang telah Allah tetapkan bagimu, dan jika mereka berkumpul untuk mencelakakanmu atas sesuatu , niscaya mereka tidak akan mencelakakanmu kecuali kecelakaan yang telah Allah tetapkan bagimu. Pena telah diangkat dan lembaran telah kering.” (HR. Turmuzi)
Dalam hadist di atas sudah diterangkan, bahwa hanya Allah –lah yang mampu menghendaki sesuatu, sehebat dan sepintar apapun manusia, jika Allah tidak menghendaki, mereka tidak akan bisa melakukan hal-hal yang diingnkannya, begitu juga selemah dan sebodah apapun manusia, jika Allah menghendaki, tentu mereka akan bisa melakukannya. Maka, sedari sekarang janganlah kita terlalu bergantung pada Manusia, terlalu membanggakan manusia. Karena manusia tidak mampu berbuat apa-apa, tanpa kehendak Allah, manusia hanyalah Makhluk tidak mampu menciptakan segala sesuatu, manusia hanyalah ciptaan biasa yang masih memiliki batas dalam melakukan segala sesuatu. Allah berfirman : ".......................maka berpalinglah kamu dari mereka dan tawakallah kepada Allah. Cukuplah Allah menjadi Pelindung.” (QS. An-Nisaa’ : 81). Orang yang bertawakkal tidak pernah sekali-kali berputus asa, mereka selalu menyerahkan semuanya kepada Allah, memberikan hasil akhir urusan mereka kepada Sang Pencipta, mereka sudah merasa cukup dengan Dilindungi Allah.
Allah berfirman : ”Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu?, Dan Kami telah menghilangkan dari padamu bebanmu, yang memberatkan punggungmu ? Dan Kami tinggikan bagimu sebutan (nama)mu. Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain, dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.” (QS. Alam Nasyrah : 1 -8)
Orang yang bertawakkal adalah orang yang lapang dadanya, selain Ikhlas akan segala sesuatu, mereka tidak pernah merasa mempunyai beban di dunia ini. Tidak pernah merasa keberatan akan segala sesuatu, tidak pernah mengeluh. Karena mereka yakin di balik kesulitan ada kemudahan, dimana ada kemauan disitulah ada jalan, mereka yakin dengan Allah tiada segala sesuatu yang tidak mungkin, Bersama Allah, Bisa ..!!
Tapi jangan disalah artikan, orang yang bertawakkal tidak hanya berharap saja. Melainkan orang yang giat berusaha, seperti yang dikatakan dalam lanjutan Ayat di atas, ”..... Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain,... ”. Mereka tidak berhenti melaksanakan aktivitas mereka, bahkan jika sudah selesai urusan mereka, mereka akan melakukan aktivitas yang lain, dan akan terus melakukan lagi. Bahkan cara kerja mereka tidak asal-asalan, tapi mereka melakukan segala aktivtasnya dengan sungguh-sungguh. Maka, jangan mengaku menjadi orang yang bertawakkal jika kita tidak berusaha, tidak mencoba terlebih dahulu apa yang kita inginkan, serta mengerjakannya dengan sungguh-sungguh.
Kesimpulan yang dapat kita petik adalah, dimana selain kita menyerahkan semuanya kepada Allah, kita juga mesti berusaha, Insya Allah dengan Izin-Nya kita akan menjadi Insan yang sukses di Dunia dan Akhirat, dengan bertawakkal iman kita akan terus bertambah, dengan berusaha apa yang kita inginkan akan terkabulkan, apa yang kita niatkan akan terlaksana. Namun, tidak menutup kemungkinan bahwa kita harus tetap yakin 100 % kepada Allah. Hanya Dia-lah yang maha atas segalanya, yang mengatur segala kehidupan di langit dan di Bumi, yang memberikan kita nikmat nafas serta ni’mat kesehatan, yang telah memberikan kita rezeki yang terus mengalir.
Imam Tirmizi pernah berkata : ”Jagalah Allah, niscaya engkau akan mendapatkan-Nya didepanmu. Kenalilah Allah di waktu senggang niscaya Dia akan mengenalmu di waktu susah. Ketahuilah bahwa apa yang ditetapkan luput darimu tidaklah akan menimpamu dan apa yang ditetapkan akan menimpamu tidak akan luput darimu, ketahuilah bahwa kemenangan bersama kesabaran dan kemudahan bersama kesulitan dan kesulitan bersama kemudahan).”. itulah prinsp orang bertawakkal, marilah kita menjadi orang yang bertawakkal, agar iman kita meningkat, Marilah melapangkan dada kita, ikhlaskan segala kejadian yang terjadi, lupakan segala beban dan penat di Dunia ini, yakinlah kepada Allah, bahwa semua beban itu akan segera diberi jalan, sehingga tidak membayangi pikiran kita, serta tidak memberatkan punggung kita. MARI BERTAWAKKAL... !! (imq)
OLEH : IN’AMUL MUTTAQIEN
”Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah ................. dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal.” (QS. Al-Anfaal : 2)
Pada edisi kali ni kita akan membahas tentang tawakal, tawakal merupakan tanda iman kedua. Kenapa ? karena tawakkal adalah sebuah filosofi dimana kita menyerahkan semuanya kepada Allah, menyerahkan hidup dan mati kta kepada Allah, menyerahkan kaya dan miskin kita kepada Allah, berarti kita percaya kepada-Nya hanya Dia-lah yang mampu melakukan segalanya, yang mampu mengatur segala kehidupan kita. Dalam hadist dikatakan :
Dari Abu Al Abbas Abdullah bin Abbas radhiallahuanhuma, beliau berkata : Suatu saat saya berada dibelakang nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam, maka beliau bersabda : “Wahai ananda, saya akan mengajarkan kepadamu beberapa perkara: Jagalah Allah, niscaya dia akan menjagamu, Jagalah Allah niscaya Dia akan selalu berada dihadapanmu. Jika kamu meminta, mintalah kepada Allah, jika kamu memohon pertolongan, mohonlah pertolongan kepada Allah. Ketahuilah sesungguhnya jika sebuah umat berkumpul untuk mendatangkan manfaat kepadamu atas sesuatu, mereka tidak akan dapat memberikan manfaat sedikitpun kecuali apa yang telah Allah tetapkan bagimu, dan jika mereka berkumpul untuk mencelakakanmu atas sesuatu , niscaya mereka tidak akan mencelakakanmu kecuali kecelakaan yang telah Allah tetapkan bagimu. Pena telah diangkat dan lembaran telah kering.” (HR. Turmuzi)
Dalam hadist di atas sudah diterangkan, bahwa hanya Allah –lah yang mampu menghendaki sesuatu, sehebat dan sepintar apapun manusia, jika Allah tidak menghendaki, mereka tidak akan bisa melakukan hal-hal yang diingnkannya, begitu juga selemah dan sebodah apapun manusia, jika Allah menghendaki, tentu mereka akan bisa melakukannya. Maka, sedari sekarang janganlah kita terlalu bergantung pada Manusia, terlalu membanggakan manusia. Karena manusia tidak mampu berbuat apa-apa, tanpa kehendak Allah, manusia hanyalah Makhluk tidak mampu menciptakan segala sesuatu, manusia hanyalah ciptaan biasa yang masih memiliki batas dalam melakukan segala sesuatu. Allah berfirman : ".......................maka berpalinglah kamu dari mereka dan tawakallah kepada Allah. Cukuplah Allah menjadi Pelindung.” (QS. An-Nisaa’ : 81). Orang yang bertawakkal tidak pernah sekali-kali berputus asa, mereka selalu menyerahkan semuanya kepada Allah, memberikan hasil akhir urusan mereka kepada Sang Pencipta, mereka sudah merasa cukup dengan Dilindungi Allah.
Allah berfirman : ”Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu?, Dan Kami telah menghilangkan dari padamu bebanmu, yang memberatkan punggungmu ? Dan Kami tinggikan bagimu sebutan (nama)mu. Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain, dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.” (QS. Alam Nasyrah : 1 -8)
Orang yang bertawakkal adalah orang yang lapang dadanya, selain Ikhlas akan segala sesuatu, mereka tidak pernah merasa mempunyai beban di dunia ini. Tidak pernah merasa keberatan akan segala sesuatu, tidak pernah mengeluh. Karena mereka yakin di balik kesulitan ada kemudahan, dimana ada kemauan disitulah ada jalan, mereka yakin dengan Allah tiada segala sesuatu yang tidak mungkin, Bersama Allah, Bisa ..!!
Tapi jangan disalah artikan, orang yang bertawakkal tidak hanya berharap saja. Melainkan orang yang giat berusaha, seperti yang dikatakan dalam lanjutan Ayat di atas, ”..... Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain,... ”. Mereka tidak berhenti melaksanakan aktivitas mereka, bahkan jika sudah selesai urusan mereka, mereka akan melakukan aktivitas yang lain, dan akan terus melakukan lagi. Bahkan cara kerja mereka tidak asal-asalan, tapi mereka melakukan segala aktivtasnya dengan sungguh-sungguh. Maka, jangan mengaku menjadi orang yang bertawakkal jika kita tidak berusaha, tidak mencoba terlebih dahulu apa yang kita inginkan, serta mengerjakannya dengan sungguh-sungguh.
Kesimpulan yang dapat kita petik adalah, dimana selain kita menyerahkan semuanya kepada Allah, kita juga mesti berusaha, Insya Allah dengan Izin-Nya kita akan menjadi Insan yang sukses di Dunia dan Akhirat, dengan bertawakkal iman kita akan terus bertambah, dengan berusaha apa yang kita inginkan akan terkabulkan, apa yang kita niatkan akan terlaksana. Namun, tidak menutup kemungkinan bahwa kita harus tetap yakin 100 % kepada Allah. Hanya Dia-lah yang maha atas segalanya, yang mengatur segala kehidupan di langit dan di Bumi, yang memberikan kita nikmat nafas serta ni’mat kesehatan, yang telah memberikan kita rezeki yang terus mengalir.
Imam Tirmizi pernah berkata : ”Jagalah Allah, niscaya engkau akan mendapatkan-Nya didepanmu. Kenalilah Allah di waktu senggang niscaya Dia akan mengenalmu di waktu susah. Ketahuilah bahwa apa yang ditetapkan luput darimu tidaklah akan menimpamu dan apa yang ditetapkan akan menimpamu tidak akan luput darimu, ketahuilah bahwa kemenangan bersama kesabaran dan kemudahan bersama kesulitan dan kesulitan bersama kemudahan).”. itulah prinsp orang bertawakkal, marilah kita menjadi orang yang bertawakkal, agar iman kita meningkat, Marilah melapangkan dada kita, ikhlaskan segala kejadian yang terjadi, lupakan segala beban dan penat di Dunia ini, yakinlah kepada Allah, bahwa semua beban itu akan segera diberi jalan, sehingga tidak membayangi pikiran kita, serta tidak memberatkan punggung kita. MARI BERTAWAKKAL... !! (imq)
Bergetar Jantungnya, Karena Dzikrullah : IMAN 1
BERGETAR JANTUNGNYA KARENA DZIKRULLAH,
OLEH : IN’AMUL MUTTAQEN
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayatNya bertambahlah iman mereka (karenanya),…..” (QS. AL-Anfaal : 2)
Inilah tanda iman yang pertama akan kita bahas, sudah jelas dalam ayat tersebut tertulis bahwa sesungguhnya orang-orang yang beriman itu ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetar hati mereka, dan apabila dibacakan Ayat-ayat Allah maka bertambah imannya.
Dalam tafsir, pada kata orang-orang yang beriman para ulama menafsirkan bahwa yang dimaksud dalam ayat tersebut adalah orang yang sempurna imannya. Kenapa mesti begitu ? hati manusia merupakan organ yang paling sensitive terhadap sesuatu yang ditakuti dan disukai, oleh karena itu membuat getar hati saat disebutnya sifat-sifat yang mengagungkan dan memuliakan Allah, memang membutuhkan kecintaan yang sangat terdalam kepada Allah swt. Allah berfirman :
“Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al Quran yang serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang, gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu mengingat Allah.” (QS. Az-Zumar : 23)
Jadi, Selain gemetar hati kita, gemetar pula kulit kita, bahkan dalam ayat lain disebutkan kita juga dianjurkan untuk mampu meneteskan air mata sebagai pembuktian keimanan kita saat mendengar kalamullah :
“Maka hendaklah mereka tertawa sedikit dan Menangis banyak, sebagai pembalasan dari apa yang selalu mereka kerjakan. (QS. AtTaubah : 82)
Lalu, bagaimana upaya kita agar dalam setiap mendengar asma Allah, hati dan kulit kita mampu bergetar, bahkan sampai air mata kita menetes membasahi pipi kita. Satu-satunya cara hanyalah kita harus tunduk dan patuh kepada Allah, dengan patuh rasa kecintaaan kita kepada Allah akan semakin bertambah, dan ada hubungan spiritual saat mendengar kalamullah.
“…. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah), (yaitu) orang-orang yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka….. “ (QS. Al-Hajj : 34-35)
Ya ! itulah satu-satunya cara agar kita mampu mencapai puncak keimanan, dimana hati dan kulit kita bergetar saat disebutnya Nama Allah yang Maha Agung, dan merintih meneteskan air mata kita saat kita mendengar tentang-Nya. Oleh karena itu sedari sekarang usahakan dalam sehari kita berusaha untuk menangis karena Allah, karena dengan menangis itu akan turut membantu menggetarkan hati kita.
Itulah tanda iman yang pertama, Sudahkah kita memilikinya ? sudahkah kita pernah merasakan walau hanya sekali ? setiap manusia pasti pernah merasakannya ! Namun, orang yang beriman tidak peduli susah atau senang, tidak peduli kapanpun, dimanapun, bagaimanapun Tatkala mendengar kalam Allah gemetarlah hati mereka, basahlah matanya, menangis terisak-isak, dengan begitu maka bertambahlah iman kita. itulah MUKMININ SEJATI…. !
mArilah menjadi mukminin sejati, yang selalu bergetar hatinya bila mendengar Ayat-ayat Allah, tingkatkan rasa tunduk dan patuh kita kepada Allah, dengan senantiasa berdzikir, meningkatkan iman kita, hingga menjadi Iman yang sempurna, sehingga kita tergolong menjadi golongan orang yang beriman kelak di akhirat, dikumpulkan di Surga dengan para Anbiya’, Para orang sholeh, para Sahabat, hidup bahagia di Surga yang kekal Abadi. Amiiin…. (imq)
OLEH : IN’AMUL MUTTAQEN
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayatNya bertambahlah iman mereka (karenanya),…..” (QS. AL-Anfaal : 2)
Inilah tanda iman yang pertama akan kita bahas, sudah jelas dalam ayat tersebut tertulis bahwa sesungguhnya orang-orang yang beriman itu ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetar hati mereka, dan apabila dibacakan Ayat-ayat Allah maka bertambah imannya.
Dalam tafsir, pada kata orang-orang yang beriman para ulama menafsirkan bahwa yang dimaksud dalam ayat tersebut adalah orang yang sempurna imannya. Kenapa mesti begitu ? hati manusia merupakan organ yang paling sensitive terhadap sesuatu yang ditakuti dan disukai, oleh karena itu membuat getar hati saat disebutnya sifat-sifat yang mengagungkan dan memuliakan Allah, memang membutuhkan kecintaan yang sangat terdalam kepada Allah swt. Allah berfirman :
“Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al Quran yang serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang, gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu mengingat Allah.” (QS. Az-Zumar : 23)
Jadi, Selain gemetar hati kita, gemetar pula kulit kita, bahkan dalam ayat lain disebutkan kita juga dianjurkan untuk mampu meneteskan air mata sebagai pembuktian keimanan kita saat mendengar kalamullah :
“Maka hendaklah mereka tertawa sedikit dan Menangis banyak, sebagai pembalasan dari apa yang selalu mereka kerjakan. (QS. AtTaubah : 82)
Lalu, bagaimana upaya kita agar dalam setiap mendengar asma Allah, hati dan kulit kita mampu bergetar, bahkan sampai air mata kita menetes membasahi pipi kita. Satu-satunya cara hanyalah kita harus tunduk dan patuh kepada Allah, dengan patuh rasa kecintaaan kita kepada Allah akan semakin bertambah, dan ada hubungan spiritual saat mendengar kalamullah.
“…. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah), (yaitu) orang-orang yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka….. “ (QS. Al-Hajj : 34-35)
Ya ! itulah satu-satunya cara agar kita mampu mencapai puncak keimanan, dimana hati dan kulit kita bergetar saat disebutnya Nama Allah yang Maha Agung, dan merintih meneteskan air mata kita saat kita mendengar tentang-Nya. Oleh karena itu sedari sekarang usahakan dalam sehari kita berusaha untuk menangis karena Allah, karena dengan menangis itu akan turut membantu menggetarkan hati kita.
Itulah tanda iman yang pertama, Sudahkah kita memilikinya ? sudahkah kita pernah merasakan walau hanya sekali ? setiap manusia pasti pernah merasakannya ! Namun, orang yang beriman tidak peduli susah atau senang, tidak peduli kapanpun, dimanapun, bagaimanapun Tatkala mendengar kalam Allah gemetarlah hati mereka, basahlah matanya, menangis terisak-isak, dengan begitu maka bertambahlah iman kita. itulah MUKMININ SEJATI…. !
mArilah menjadi mukminin sejati, yang selalu bergetar hatinya bila mendengar Ayat-ayat Allah, tingkatkan rasa tunduk dan patuh kita kepada Allah, dengan senantiasa berdzikir, meningkatkan iman kita, hingga menjadi Iman yang sempurna, sehingga kita tergolong menjadi golongan orang yang beriman kelak di akhirat, dikumpulkan di Surga dengan para Anbiya’, Para orang sholeh, para Sahabat, hidup bahagia di Surga yang kekal Abadi. Amiiin…. (imq)
Langganan:
Postingan (Atom)